Jl. Kav. Bukit Makmur Sei Tering 2 RT 7 RW 8

Sengkuang Dalam - Batu Ampar

WHAT'S NEW?
Loading...

malam ke 23 ramadhan 1439 H


Alhamdulillah rumah ALLAH(musholla) yang kami rintis sejak tanggal 18 oktober 2009 sesuai tanggal kelahiran anak bungsu saya Nurul Fadhilah Aulia Insani yang lahir tanggal 18 10 2008. Maka nama Musholla ini saya beri nama atas panggilan sehari-hari ananda “Nurul Fadhilah” yang artinya : Cahaya Kemuliaan. Dan direstui ketua rt sekaligus ketua pengurus Musholla yang telah memberi saya fasilitas untuk membangun tempat ibadah di rt 07 rw 08 no. 1 Sengkuang Dalam kec. Batu Ampar. sekaligus saya beli tanah sendiri untuk buat rumah pribadi cukup sederhana buat keluarga, dan tukangnya langsung jama`ah yang bantu, pas satu dinding dengan Musholla.
Lokasi Musholla berada di belakang kantor perhubungan laut/ radio pantai atau pemancar TV. Namun disana sini masih banyak kekurangan dan terus kita adakan perubahan peningkatan pembangunan Musholla dan kedepan bisa jadi Masjid agar para jama`ah, utamanya ibu majelis taklim dan santri pengajian TPQ tambah semangat .
Terus terang pembangunan musholla ini bisa terbangun berkat bantuan dana donatur (infak para dermawan) yang saya gerakkan sendiri untuk mengetuk hati saudara kita agar sebagian rizkinya di infakkan dan alhamdulillah Pemko Batam pada waktu itu yang dipimpin oleh Walikota H. Ahmad Dahlan dari dana bansos beliau bantu Rp. 25 juta, dari ketua dpw-fpi bantu bahannya hingga sampai sekarang beliau tetap menjadi donatur kami. Dan pembayaran listrik tiap bulannya dibantu oleh. Ibu Dayang .
Sekarang yang menjadi dilema adalah pemerintah mempersulit memasukkan meteran atb. Padahal kami sudah mengajukan surat permohonan dan rekomendasi dari kantor kementrian agama, didukung oleh anggota dprd kota batam Pak Yunus Muda,se.yang merupakan orang kita dari tanah bugis. Namun bagian atb di otoritar batam menolak karena alasannya status tanah. Padahal ini termasuk kampung tua. Dan didaerah lain bisa. Sungguh tak adil. Insya allah kami tetap maju..bagaimana usaha kita agar kedepan meteran atb masukkan satu buat musholla saja. Krn disini lokasinya tinggi sehingga kita gali untuk buat boor sampai 7meter air tak dapat ...
mohon doanya semoga pemerintah tergerak hatinya dan ketua fpi batam bersama rekan dan simpatisan siap berjuang bantu...
Jujur dulu bukit susah namanya dan tempat pembuangan sampah disini.. saya masuk ada pabrik hasil kerja pemulung(plastik yg dikelola) dan memang masyarakat banyak pemulung 90% kaum dhuafa. Dan pemilik pabrik pak. Edy Tamzil.. wong kito galo.. kemudian setelah beliau beri tanah untuk musholla yg awalnya memang ada musholla masih papan, kayu ukuran 4x5 lalu saya berniat bangun yg lebih baik dan siap jadi ustadznya menegakkan syiar islam menghidupkan agama. alhamdulillah beliau restui.. maka saya ganti bukit nurul fadhilah dan dalam waktu 3 bulan saya cari dana maka jadilah.yang tadinya hanya muat 10 jamaah.. maka sudah bisa terpenuhi 70 orang. 7 shaf. Sekarang ini kita lagi berniat menambah disamping agar anak ngaji bisa tersendiri. Dan itu memerlukan dana yang cukup besar lebih kurang 50juta.
semoga ada dermawan yang tergerak hatinya.silakan langsung hubungi kami atau kelokasi. bisa sms atau telp ke 0813 7216 2478. oleh.ustadz.husnithamrin.. maaf gelar depan saya buat bukan bermaksud ria.. krn itu panggilan jamaah namun gelar itu belum pantas bagi saya krn ilmunya sangat jauh dan sedikit sekali. Krn menghargai jamaah dan pelajaran buat saya, agar bias jaga wibawa para ulama kita dan saya harus tetap waspadah dari hal yang tercelah dan meningkatkan ilmu agama sehingga kedepan bias betul jadi ulama pewaris nabi sesuai niat saya dulu waktu belajar di pesantren penghafal al-qur`an di as`adiyah -taqsimul huffadz sul-sel. Aamiin.
Demikianlah yang saya tulis di malam ke 23 ramadhan ini malam jum`at barokah sebagai kenangan perjuangan saya selama dibatam sejak th. 2000-2009 kerjanya hanya dari masjid ke masjid jadi imam, guru ngaji dan pencermah. dan barulah di th. 2009 merintis sendiri. Syukron ya rabb. Al faatihah… Aamiin.

0 comments:

Post a Comment